Rambut Rontok Setelah Melahirkan, Berapa Lama dan Apakah Wajar?
Rambut rontok setelah melahirkan itu wajar. Mulai sekitar bulan ke-3, paling banyak di bulan ke-4, dan biasanya pulih sebelum si kecil berumur setahun.
Diterbitkan 23 Sep 2026 · Diperbarui 5 Okt 2026 · Fakta dari 6 sumber medis (PubMed, AAD, Cleveland Clinic)

Tenang, ini wajar dan akan berhenti sendiri. Rambut rontok setelah melahirkan biasanya mulai sekitar bulan ketiga dan paling banyak di bulan keempat.
Sebelum si kecil berumur setahun, kebanyakan ibu sudah kembali ke ketebalan rambut semula. Ada juga yang lebih cepat.
Hanya dua hal yang perlu dipantau. Rontok masih deras setelah enam bulan, atau rambut belum kembali tebal setelah setahun. Di titik itu, baru periksa ke dokter.
Kenapa rambut rontok setelah melahirkan?
Gara-gara hormon. Di trimester terakhir kehamilan, kadar estrogen naik dan menahan rontok harian. Rambut yang biasanya rontok tiap hari jadi tetap menempel di kepala.
Begitu bayi lahir, estrogen turun. Rambut yang tertahan tadi masuk fase istirahat hampir bersamaan.
Fase istirahat ini disebut telogen, lamanya sekitar tiga bulan. Setelah itu rambutnya luruh. Itu sebabnya rontoknya baru terasa beberapa bulan setelah persalinan.
Dokter kulit menamai kondisi ini telogen effluvium, kerontokan berlebih yang sifatnya sementara. Kemenkes juga mencatat perubahan hormon setelah melahirkan sebagai salah satu penyebab rambut rontok.
Apakah rambut rontok setelah melahirkan itu wajar?
Wajar. American Academy of Dermatology (AAD) menegaskan kerontokan ini normal dan berbeda dengan kebotakan. Rambutnya akan tumbuh lagi.
Di hari biasa, orang melepas sampai sekitar 100 helai rambut sehari. Setelah melahirkan, jumlahnya lewat dari itu. Makanya gumpalan di sisir, di bantal, dan di saluran air kamar mandi tampak jauh lebih banyak.
Anda juga tidak sendirian. Studi kuesioner di Jepang tahun 2023 terhadap 331 ibu mencatat 91,8% mengalaminya. Penelitinya mengingatkan, ibu yang rontok mungkin lebih bersemangat mengisi kuesioner. Angka aslinya bisa sedikit lebih rendah.
Berapa lama rambut rontok setelah melahirkan?
Biasanya kurang dari enam bulan. Itu angka Cleveland Clinic.
Studi Jepang tadi mencatat rata-rata sedikit lebih panjang. Setiap ibu bisa berbeda, tapi polanya mirip.
| Waktu setelah melahirkan | Yang biasanya terjadi |
|---|---|
| Sekitar 3 bulan | Rontok mulai terasa (rata-rata 2,9 bulan di studi Jepang) |
| Sekitar 4 sampai 5 bulan | Puncak rontok. AAD menyebut bulan ke-4, studi Jepang rata-rata 5,1 bulan |
| Sekitar 6 sampai 8 bulan | Rontok mereda. Cleveland Clinic menyebut kurang dari enam bulan, studi Jepang rata-rata berakhir di 8,1 bulan |
| Sebelum anak berumur 1 tahun | Rambut kebanyakan ibu kembali selebat semula, sebagian lebih cepat |
| Lebih dari 1 tahun | Belum kembali normal? Periksa ke dokter kulit |
Rambut rontok setelah melahirkan 4 bulan, apakah normal?
Normal sekali. Bulan keempat justru puncaknya, kata AAD.
Ini bulan yang paling bikin panik. Setiap keramas, rasanya segenggam rambut ikut terbawa air. Setelah puncak ini lewat, jumlahnya pelan-pelan berkurang.
Apakah rambut rontok karena menyusui?
Belum tentu. Studi Jepang tadi memang menemukan ibu yang menyusui lebih lama lebih sering mengalami rontok.
Ibu yang berhenti menyusui saat bayinya 6 sampai 12 bulan atau lebih punya peluang rontok sekitar enam kali lipat. Pembandingnya ibu yang berhenti sebelum 6 bulan. Tapi itu hubungan statistik dari kuesioner, belum membuktikan menyusui sebagai penyebabnya.
Ibu yang tidak menyusui pun tetap bisa rontok. Dari 304 ibu yang rontok dalam studi itu, 27 orang sudah memberi susu formula saja saat bayinya berumur 3 bulan. Pemicu utamanya tetap estrogen yang turun, dan itu dialami semua ibu.
Benarkah lebih rontok kalau anaknya laki-laki?
Belum ada dasar ilmiahnya. AAD dan Cleveland Clinic sama sekali tidak menyebut jenis kelamin bayi sebagai faktor. Studi Jepang memeriksa banyak faktor persalinan, dan jenis kelamin bayi tidak ada di daftarnya.
Penelitian kecil di Mayo Clinic terhadap 38 kehamilan mengukur hormon ibu. Estradiol, progesteron, dan estron naik selama hamil, kemudian anjlok setelah melahirkan. Polanya sama, bayinya laki-laki atau perempuan.
Apakah rambut rontok setelah melahirkan bisa tumbuh lagi?
Bisa. Cleveland Clinic menulis rambut kebanyakan orang tumbuh kembali selebat semula.
AAD bahkan menyebut kerontokan ini tidak memerlukan pengobatan. Rambutnya pulih sendiri.
Cara merawat rambut selama masa rontok
Satu hal sebaiknya Anda tahu dari awal. Cleveland Clinic menyebut rontok setelah melahirkan tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya membuat rambut tampak lebih penuh dan tidak menambah kerusakan.
Saran dari AAD dan Cleveland Clinic, diurutkan dari kamar mandi sampai meja makan.
- Sampo. Pilih jenis volumizing. Hindari botol berlabel "conditioning shampoo", rambut jadi lepek.
- Kondisioner. Pilih untuk rambut halus, oleskan di ujung rambut saja. Lewati kondisioner intensif.
- Keramas dan sisir. Pelan-pelan, dengan lembut.
- Panas. Turunkan suhu pengering rambut dan catok.
- Ikatan. Jauhi kuncir atau kepang yang kencang.
- Potongan. Rambut yang sedikit lebih pendek terlihat lebih penuh.
- Makan. Jaga pola makan bergizi. Tanya dokter dulu sebelum menambah suplemen vitamin.
Ada juga yang tergoda mencoba obat penumbuh rambut. DermNet menyarankan minoxidil dihindari selama hamil dan menyusui. Bicarakan dengan dokter dulu.
Kapan perlu ke dokter?
Kebanyakan ibu pulih tanpa perlu ke dokter. Dua kondisi ini sebaiknya diperiksakan.
- Rontok berlangsung lebih dari enam bulan. Cleveland Clinic menyebut bisa jadi ada kondisi lain, misalnya kekurangan zat besi atau gangguan tiroid.
- Rambut belum kembali normal setelah setahun. AAD menyarankan ke dokter kulit. Mungkin ada penyebab lain di balik rontoknya.
Di luar dua kondisi itu, yang paling dibutuhkan rambut Anda hanya waktu.
Pertanyaan umum
Rambut rontok setelah melahirkan berapa lama?
Umumnya mulai sekitar bulan ketiga dan memuncak di bulan keempat atau kelima. Setelah itu rontoknya mereda. Kebanyakan ibu sudah kembali ke rambut semula sebelum anaknya berumur setahun.
Apakah rambut rontok setelah melahirkan bisa tumbuh lagi?
Bisa. Ini kerontokan sementara akibat perubahan hormon. Pada kebanyakan ibu, rambut kembali selebat dulu tanpa pengobatan khusus.
Kenapa rambut rontok setelah melahirkan anak laki-laki?
Tidak ada dasar ilmiahnya. Penelitian kecil di Mayo Clinic menemukan estrogen dan progesteron ibu sama-sama anjlok setelah melahirkan, bayinya laki-laki atau perempuan.
Kenapa rambut rontok setelah melahirkan padahal tidak menyusui?
Pemicunya estrogen yang turun setelah persalinan, dan itu dialami semua ibu. Dalam studi di Jepang, ibu yang hanya memberi susu formula pun tetap mengalami rontok.
Shampo apa yang bagus untuk rambut rontok setelah melahirkan?
AAD menyarankan sampo volumizing dan menghindari botol berlabel conditioning shampoo. Sampo tidak menghentikan rontok. Tugasnya membuat rambut terlihat lebih tebal selama masa pemulihan.
Referensi
- Hair loss in new moms: Dermatologist tipsaad.org
- Postpartum Hair Loss: Causes, Treatment & What to Expectmy.clevelandclinic.org
- Rambut Rontok, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RIkeslan.kemkes.go.id
- Investigation of exacerbating factors for postpartum hair loss (Hirose dkk., Int J Womens Dermatol 2023)pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
- Fetal sex-based differences in maternal hormones during pregnancy and the postpartum period (Enninga dkk., 2015)pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Minoxidil solutiondermnetnz.org